Sale!

Baju Koko Eksklusif Al-Hikmah Velvet

Rp 120.000 Rp 60.000

SALE 50% OFF !!!

Baju Koko Eksklusif Al-Hikmah Velvet. Baju pria yang lebih tepatnya baju muslim pria ini dirancang secara eksklusif untuk anda yang ingin tampil menawan dan mewah di hari Raya. Terbuat dari bahan halus berkualitas yaitu bahan semi sutera yang adem dan nyaman dipakai polos dengan sedikit nuansa marmer dan bordir komputerized dengan kualitas yang bagus. Detail model baju koko eksklusif Al-Hikmah velvet ini kemeja pria lengan pendek, berkerah shanghai tanpa saku, diberi bordir di dada, tutup kancingg, kerah dan ujung lengan. Tersedia dalam warna-warna yang mewah : biru, tosca, coklat muda, abu, maroon dan coklat tua serta pilihan ukuran baju M, L, XL memberi pilihan yang lengkap untuk anda tampil menawan dan rapih di hari Raya.

Product code : KP2662

Size M, lingkar dada : 104cm, panjang : 67cm
Size L : lingkar dada : 110cm, panjang : 70cm
Size XL : lingkar dada : 112cm, panjang : 72cm

Istilah Baju Koko  sangat identik dengan busana muslim yang lazim digunakan oleh pria muslim di Indonesia. Trend menggunakan baju koko bagi pria muslim seakan sudah menjadi keharusan ketika mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan besar ataupun hanya sekedar digunakan untuk pergi beribadah ke mesjid.

Menurut Pengamat Budaya Tionghoa peranakan, David Kwa, baju yang sekarang dikenal dengan baju koko tersebut sebenarnya turun temurun dari baju masyarakat China bernama “Tui-Khim”.

Di kalangan warga Betawi, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Baju Tui-Khim modelnya seperti baju koko, bukaan di tengah dengan lima kancing. Pada masyarakat Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik. Mungkin di antara Anda masih ada yang ingat setelan almarhum Benjamin S di sinetron Si Doel Anak Sekolahan? Nah, kira-kira seperti itulah baju koko yang dipadu dengan celana batik, khas Betawi.

Hingga awal abad ke-20, pria Tionghoa di Indonesia masih mengenakan kostum Tui-Khim dan celana komprang atau longgar untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu, bagaimana bisa baju tui-khim menjadi baju koko seperti yang kita kenal sekarang? Remy Sylado, budayawan, menjelaskan bahwa biasanya yang memakai baju tui-khim di masa itu adalah engkoh-engkoh. Dieja dalam Bahasa Indonesia jadinya Koko. Jadilah “Baju Koko”.

Pendapat serupa juga dikemukakan JJ Rizal. Sejarah kemunculan baju koko di Indonesia sangat erat kaitannya dengan adat masyarakat Tionghoa yang berbaur dengan penduduk pribumi sehingga banyak diadaptasi oleh berbagai suku di Nusantara.

Dipercaya bahwa desain awal baju koko yang kita kenal sekarang ini berasal dari adanya kebiasaan pria Tionghoa yang menggunakan baju Tui khim yang merupakan pakaian yang lazim dipakai pada masa tersebut.

Clear

Description

Baju Koko Eksklusif Al-Hikmah Velvet. Baju pria yang lebih tepatnya baju muslim pria ini dirancang secara eksklusif untuk anda yang ingin tampil menawan dan mewah di hari Raya. Terbuat dari bahan halus berkualitas yaitu bahan semi sutera yang adem dan nyaman dipakai polos dengan sedikit nuansa marmer dan bordir komputerized dengan kualitas yang bagus. Detail model baju koko eksklusif Al-Hikmah velvet ini kemeja pria lengan pendek, berkerah shanghai tanpa saku, diberi bordir di dada, tutup kancingg, kerah dan ujung lengan. Tersedia dalam warna-warna yang mewah : biru, tosca, coklat muda, abu, maroon dan coklat tua serta pilihan ukuran baju M, L, XL memberi pilihan yang lengkap untuk anda tampil menawan dan rapih di hari Raya.

Product code : KP2662

Size M, lingkar dada : 104cm, panjang : 67cm
Size L : lingkar dada : 110cm, panjang : 70cm
Size XL : lingkar dada : 112cm, panjang : 72cm

Istilah Baju Koko  sangat identik dengan busana muslim yang lazim digunakan oleh pria muslim di Indonesia. Trend menggunakan baju koko bagi pria muslim seakan sudah menjadi keharusan ketika mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan besar ataupun hanya sekedar digunakan untuk pergi beribadah ke mesjid.

Menurut Pengamat Budaya Tionghoa peranakan, David Kwa, baju yang sekarang dikenal dengan baju koko tersebut sebenarnya turun temurun dari baju masyarakat China bernama “Tui-Khim”.

Di kalangan warga Betawi, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Baju Tui-Khim modelnya seperti baju koko, bukaan di tengah dengan lima kancing. Pada masyarakat Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik. Mungkin di antara Anda masih ada yang ingat setelan almarhum Benjamin S di sinetron Si Doel Anak Sekolahan? Nah, kira-kira seperti itulah baju koko yang dipadu dengan celana batik, khas Betawi.

Hingga awal abad ke-20, pria Tionghoa di Indonesia masih mengenakan kostum Tui-Khim dan celana komprang atau longgar untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu, bagaimana bisa baju tui-khim menjadi baju koko seperti yang kita kenal sekarang? Remy Sylado, budayawan, menjelaskan bahwa biasanya yang memakai baju tui-khim di masa itu adalah engkoh-engkoh. Dieja dalam Bahasa Indonesia jadinya Koko. Jadilah “Baju Koko”.

Pendapat serupa juga dikemukakan JJ Rizal. Sejarah kemunculan baju koko di Indonesia sangat erat kaitannya dengan adat masyarakat Tionghoa yang berbaur dengan penduduk pribumi sehingga banyak diadaptasi oleh berbagai suku di Nusantara.

Dipercaya bahwa desain awal baju koko yang kita kenal sekarang ini berasal dari adanya kebiasaan pria Tionghoa yang menggunakan baju Tui khim yang merupakan pakaian yang lazim dipakai pada masa tersebut.

SALE 50% OFF !!!

Additional information

Weight N/A
Dimensions N/A
color

blue, dark brown, grey, light brown, maroon, tosca

size

medium, large, extra-large



SPECIALTY ITEMS!

Special category of products